Selamat Datang Di Blog Pribadi Iskandar Daulima, S.H

My New Life

My New Life
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

OBESITAS DAN SOLUSINYA




Selamat Pagi.
apakah kamu mencari program diet yang cocok untuk kamu? apakah kamu frustasi dengan berat badan yang tak kunjung turun malah naik? Semoga ini adalah solusinya.
Allhamdullilah saya sudah menjalaninya lebih dari 4 tahun dan memasuki tahun ke 5, dan semuanya BERHASIL...!!!


Hari ini saya akan membahas soal obesitas, yang akhir-akhir ini kian marak dialami oleh banyak orang, yang lebih mengejutkan lagi, obesitas ini sudah dialami oleh anak-anak, mulai dari usia 3 tahun hingga 12 tahun.
Faktor obesitas itu sendiri ternyata berimbas dari faktor genetik, kita tahu bersama tipe tubuh manusia itu secara umum terbagi dua, yaitu tipe Endomorph, dan Octomorph, dalam bahasa gampangnya adalah, Endomorph adalah orang yang rentan gemuk, dan Octomorph orang yang sulit gemuk meskipun dia banyak makan. Namun jangan salah, faktor genetik ini bisa juga berubah dengan kebiasaan hidup yang tidak terkontrol, yang dulunya dia golongan Endomorph bisa menjadi Octomorph, begitu pula sebaliknya.

Diet dan Bisnis.
Belakangan ini marak program diet yang ditawarkan, mulai dari yang gratis yang dilakukan secara mandiri, hingga yang berbayar yang memerlukan pelatih atau trainier atau motivator. Bahkan dengan iming-iming suplemet dll. Tapi taukah anda? Dibalik itu semua sejatinya tubuh manusia itu sudah diciptkana oleh Tuhan YME sudah dalam bentuk sempurna, tubuh dapat mengelola seperti apa bentuknya sesuai dengan pola hidup kita. Dengan memilih cara diet yang kedua berarti anda sudah membatu tumbuhnya bisnis tersebut.
Saya beri contoh : Si A melakukan diet dengan cara mandiri dengan metode pilihannya, sukses menurunkan berat badan tanpa mengeluarkan uang untuk membayar trainer serta membeli suplement.
Sedangkan si B melakukan diet dengan cara berbayar dan juga mendapatkan hasil, tapi dengan harus mengeluarkan uang, jadi pilihan ada ditangan anda.

ILUSTRASI
Saya dulu BB mencapai 105Kg, bahkan ukuran celana kala itu adalah 37 atau 38 (enakkan 38 karena lebih bisa bernafas) dan untuk itu saya tidak pernah membeli jeans atau celana dari toko, selalu menjahit sendiri (celana kain) dan untuk kemeja, saya memakai ukuran XXL, bisa dibayangkan seperti apa bentuk saya itu. (bisa lihat foto)
Pada awal Juni 2012 saya bertekad untuk diet, dengan membaca beberapa artikel, dan kebetulan saya menemukan tentang program diet pengurangan kalori, jadi perhitungannya seperti ini :
Hal yang pertama kita lakukan adalah menghitung BBI, apa itu BBI ? (Berat Badan Ideal)
Dengan rumus : BBI =90% (TB-100)
TB adalah Tinggi Badan, jadi harus mengetahui berapa tinggi badan kita, agar bisa menentukan BBI, dengan tinggi saya 172Cm maka perhitungan seperti ini :
BBI = 90% (172-100)
        = 90% (72)
         = 72-7,2
          = 64,8 Kg
Setelah megetahui BBI saya langsung melakukan program diet, berarti saya punya PR untuk diselesaikan yaitu 105Kg ke 64,8 Kg = 40,2 Kg WOW
Tapi saat itu saya tidak muluk-muluk harus turun sebanyak itu, target saya saat itu ke 85Kg dulu, setelah cukup ke 85Kg saya bertekad ke 75Kg, dan terakhir saya cukupkan di 70Kg, disini titik masalahnya, banyak yang protes, kantanya saya kekurusan, terlihat aneh, dll, dan hingga saat ini saya putuskan BB saya di 72-74 (kalo sudah mendekati 75, saya diet lagi)
Yang perlu diketahui saat menjalankan program diet kalori ini adalah jumlah kalori yang masuk dan keluar. 1Kg = 7700Kalori, berarti jika BB kita naik 1Kg kita kelebihan 7700Kalori.

Kalori bukan musuh kita, kalori adalah tenaga kita, masih ingat pelajaran Fisika tentang hukum kekekalan Energi ? “bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah—ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain” dalam hal ini energi= kalori, dia tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun dia dapat berubah ke bentuk lain,bentuk lain itu apa? Gerakan, makin banyak kita melakukan gerakan fisik, makin banyak energi yang terbuang/ terbakar.

Tubuh kita ibarat HP yang butuh di cas (makanan & minuman) dan dengan sendirinya semakin HP itu kita pergunakan (bergerak &aktivitas) maka baterai dari HP akan berkurang.

KKB. 
APA ITU KKB ?

 KKB adalah singkatan dari Kebutuhan Kalori Basal. Ini yang menentukan seseorang dapat gemuk atau kurus. Setiap manusia KKB nya berbeda, laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jika ingin melakukan program diet kalori, tahu tentang KKB adalah langkah kedua menuju keberhasilan diet, setelah yang pertama mengetahui BBI (berat badan ideal)
KKB merupakan jumlah kalori dasar yang dibutuhkan manusia untuk hidup tanpa melakukan aktivitas apapun. Dr.A.R. Inge Permadhi, MS, Sp.GK mengungkapkan bahwa ada perbedaan kebutuhan kalori basal antara pria dan wanita, perbedaan ini disebabkan bentuk postur tubuh antara keduanya.
Kunci keberhasilan diet yang kedua ini adalah menghitung KKB dengan rumus,
KKB Wanita 25kkal (kalori)  x BBI
KKB Pria 30kkal x BBI
Ini menjadi POIN. Berapa kalori yang harus kita masukan perhari agar kita bisa turun atau naik ? 

Singkatnya :
Jika ingin kurus, jumlah kalori masuk perhari harus dibawah KKB, dan jika ingin gemuk jumlah kalori, semua tergantung KALORI, jadi tidak perlu suplement, atau minuman dengan iming-iming bisa melangsingkan, toh saat kita menjalani diet dengan menggunakan trainer dia pasti ngomong “kurangi makan berlemak, perbanyak air putih, banyak makan buah” dan jangan lupa minum bla-bla-bla.. mengapa harus bayar kalo bisa gratis.??

Ok lanjut dengan ilustrasi tadi.
Setelah meghitung BBI dan KKB maka saatnya saya menjalani diet kalori.
BBI atau berat badan yang ingin dicapai = 85Kg (karena pada saat itu saya fokus ke 85Kg)
KKB = 30kkal (pria) karena saya pria :p X (kali) BBI atau Berat badan yang ingin di capai.
Kunci diet kalori ketiga adalah KKT, atau Kebutuhan Kalori Total, bagaimana cara perhitungannya?

KKT
APA ITU KKT? 
KKT merupakan jumlah kebutuhan kalori tubuh, ditambah dengan kalori saat melakukan aktivitas fisik, ada tiga jenis aktivitas fisik yakni, ringan, sedang dan berat.
Aktivitas riangan antara lain : membaca, menyetir mobil, kerja kantoran (10%) mengajar, berjalan (20%)
Aktivitas sedang antara lain : kerja rumah tangga (20%) jalan cepat (30%) berseeda (30%)
Aktivitas berat antara lain : aerobik (40%) mendaki gunung (40%) joging (40%) dan faktor usia juga menjadi koreksi usia 40-59 thn (-5%) 60-69 thn (-10%) dan 70 thn (-20%).
Sehingga jika dihitung total KKT saya yang ingin menurunkan BB 20kg ke 85Kg menjadi seperti ini perhitungannya :

KKT= KKB+Aktivitas Fisik – Faktor Koreksi
KKT = 30kkal x 85Kg = 2550kkal+ 10% (karena saya  kerja kantoran) (2550 x 10%) = 255
KKT= 2550kkal + 255kkal = 2805kkal / hari agar saya bisa turun 20Kg
2805kkal / hari wow, banyak sekali. 2805kkal setara dengan nasi 4 porsi, lauk cemilan., karena saya ingin cepat saya membatasi kalori harian saya berkisar 600kkal sd 700kkal, so? Bagaimana hasilnya?
Menakjubkan, hanya dalam 70 hari (2 bulan 10 hari) BB saya 105Kg, turun ke 85Kg, mengapa bisa? Ini masih tanpa olahraga lho. Karena saya fokus olahraga ketika BB saya menyentuh angka 70Kg, untuk memulihkan otot-otot yang kendur setelah BB turun, maka tak jarang kebanyakan orang habis diet dan turun banyak pasti kelihatn seperti orang habis sakit.

Kembali ke pembahsan diatas, dalam teori 1 Kg = 7700kkal right?? Dan saya bisa turun 20Kg dalam 70 hari, 20Kg jika dikonversi ke kkal = 20Kgx7700kkal = 154000kkal.
Saya bisa berhemat kalori, yang seharusnya KKL 85kg membutuhkan 2805kkal dan saya buat menjadi 600kkal sehingga selisih menjadi 2805kkal – 600kkal = 2205kkal x 70 = 154350kkal atau 20,04Kg. Sehingga berat saya dari 105 dalam 70 hari bisa menjadi 85Kg.

Pasti semua bertanya, sehari hanya konsumsi 600kkal ? wow bisa dapat apa aja tuh? Secara ilmu kesehatan mengurangi ½ KKT berdampak pada kesehatan, dan tidak direkomendasikan, namun hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk tetap ber diet, saya mau hasil yang cepat, karena sudah jenuh dengan bentuk tubuh yang seperti ini.

Ok, kembali kepada 600kkal bisa dapat makan apa ?
Menu saya saat saya diet kalori, ya namanya kalori pasti menghindari yang namanya kalori pada makanan, saat itu saya googling dan setiap yang saya makan saya selalu hitung di kalkulator kalori, kala itu saya makan sup kentang dan bubur, dalam hitungan kalori tidak sampai angka 700kkal.
Hingga pada saat BB saya menyentuh angka 85, saya kembali fokus untuk ke 75Kg, berarti masih ada PR 10Kg atau 7700kkal x 10Kg =77000kkal, kali ini saya sudah mengkombinasikan olahraga, berupa bersepeda, lari yang tergolong dalam aktivitas berat (40%)
Sehingga jika dihitung total KKT sbb :
KKT = KKB + Aktivitas Fisik + Koreksi Umur
KKT = 30kkal x 75Kg = 2250 + (40%) 2250 x 40% =900 + Koreksi Umur = 0
KKT = 2250 + 900 + 0
KKT = 3150kkal

Saat menjalani program yang saya namakan 85-75, kalori harian saya saya naikan menjadi 1000kkal / hari, sehingga KKT – KKH (konsumsi kalori harian) = BB Turun.
3150-1000 = 2150 x 40 = 86.000kkal atau 11,1Kg
Diluar dugaan dari 85Kg saya berhasil turun sebanyak 11,1Kg dalam waktu 40hari melebihi ekpetasi saya yang hanya menargetkan 75Kg.
Dan terakhir saya fokus sampai ke 68Kg dalam waktu 1 bulan. Ssetelah mengenal OCD (baca : OCD) dengan jendela makan 4 jam dan tetap konsisten dengan asupan kalori per hari maka saya sukses dengan program ini. Hingga dengan saat ini saya masih konsisten dengan metode ini yang dipadukan dengan OCD membuat hasil lebih maksimal. Namun seberapa pun niat kita untuk melakukan diet, dengan cara apapun, semahal apapun, jika kita tidak konsisten dan disiplin, maka semua itu sia-sia.

Terakhir yang menjadi kunci keberhasilan diet saya dapat saya katakan ada 5 Kunci Keberhasilan
1.      Kamu harus mengetahui berapa BBI (Berat Badan Ideal)kamu.
2.      Kamu harus mengetahui berapa jumlah KKB mu
3.      Kemuian kamu harus tau pula berapa jumlah KKT mu.
4.      Disiplin
5.      Konsisten dengan pencapaian.

Yah bahagia pasti ada, saat mengetahui semua usaha yang dilakukan tidak sia-sia, dan berhasil mendapatkan bentuk tubuh yang baru, tak jarang sudah banyak yang tidak mengenal saya dengan postur yang baru, hehehe, sisi buruknya saya terpaksa harus mengganti seluruh pakaian saya, dari ukuran  celana 38 menjadi 30 dan kemeja dari XXL menjadi M, hahahaha
Sekian cerita saya, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua. 
Semua bisa langsing...!!!

 
Tahun 2012 Februari BB 105 Kg

Foto diatas terakhir saya dapat sebelum akhirnya saya memutuskan untuk berdiet
dan saya memutuskan berdiet pada awal mei 2012

Pas Foto Saat Gendut :p

foto sebelum diet

bisa dibayangkan betapa besarnya saya saat itu.

foto bersama teman-tema sudah bisa ditebak, mana saya disitu kan? hahaha


 foto saat training RO BTPN di gumati, saat itu belum terfikirkan untuk berdiet.

ukuran celana costum 38, kemeja XXL

OK ENOUGH SAATNYA PROGRES DIET

 

Foto pada saat progres penurunan dari 105 ke 85, saat foto ini diambil, posisi BB 90Kg
foto pada tanggal 28 mei 2012 hari ke 28 dimulai dari proses diet.


Timbangan sudah menyentuh angka 90, kala itu bahagia. karena sudah ada progres


Foto Bulan Juli 2012 Posisi BB 85

Foto Tahun 2012 Bulan Agustus 2012 Posisi BB 82 Kg

Foto Bulan September 2012, Posisi BB 80Kg 

Foro Bulan Oktober, Posisi BB 77Kg

Foto Bulan November Posisi BB 75Kg

Bulan Januari 2013 Posisi BB 70Kg
nah disni mulai dilema, ada yang bilang terlalu kurus, ngak inilah, itulah.
dan terakhir saya menyuahi proses penurunan BB pada angka 68,4Kg


foto sudah pada saat saya fokus pada latihan fisik posisi BB 70Kg
saya susah mendapatkan file asli dikarenakan foto ini diambil menggunakan camera blacberry

Foto saat fokus menghilangkan lemak di perut.

foto ini saya pernah jadikan pembanding before and after



Foto saat menikah 28-12-2013 Posisi BB 70Kg

Foto Sekarang 2016 Bulan November Posisi BB 72Kg



Foto Sekarang saat tulisan ini dibuat. posisi BB 72Kg Stabil



S E K I A N




NB : Bagi yang tertarik dengan program diet ini atau ingin sekedar tanya, saya bisa melayani lewat email, dan semuanya GRATIS...!!!
EMAIL : iskandardaulima@gmail.com



























































































Sabtu, 11 Juni 2011

Kandungan Racun Dalam Satu Batang Rokok

Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan bisa membahayakan nyawa. Dengan ini setiap hisapan itu sama hanlnya dengan satu detik nyawa kita berkurang. Di antara kandungan asap rokok termasuk dalam bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, dan banyak lagi. Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.
Berikut ini adalah resiko yang Anda tanggung bila mengkonsumsi Zat Zat yang terdapat pada Rokok:
• TAR
Mengandung bahan kimia yang beracun, sebagainya merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.
• KARBON MONOKSIDA (CO)
Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
• NIKOTIN
Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.
Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat-zat kimia yang dikandung asap rokok dapat mempengaruhi orang-orang tidak merokok di sekitarnya.
Perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner. Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit :
• ANGINA
Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.
• ASMA
Mengalami kesulitan bernafas.
• ALERGI
Iritasi akibat asap rokok.
Gejala-gejala gangguan kesehatan :
iritasi mata, sakit kepala, pusing, sakit tenggorokan, batuk dan sesak nafas.
Wanita hamil yang merokok atau menjadi perokok pasif, meyalurkan zat-zat beracun dari asap rokok kepada janin yang dikandungnya melalui peredaran darah. Nikotin rokok menyebabkan denyut jantung janin bertambah cepat, karbon monoksida menyebabkan berkurangya oksigen yang diterima janin.
Anak-anak yang orangtuanya merokok menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit dada, infeksi telinga, hidung dan tenggorokan. Dan mereka punya kemungkinan dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit pada tahun pertama kehidupan mereka.
Banyak orang tahu bahaya merokok, tapi tidak banyak yang peduli.
Melihat bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan rokok, kiranya diantara kita perlu bahu-membahu berbuat tiga hal utama :
1. Komunikasi dan informasi tentang bahaya merokok, baik bagi si perokok langsung maupun perokok pasif.
2. Menyediakan tempat-tempat khusus bagi orang yang merokok agar yang bukan perokok tidak terkena dampak negatifnya.
3. Jangan merasa segan untuk menegur perokok, jika anda merasa terganggu.
 Bahaya Asap Rokok Terhadap Wanita Perokok Adalah :
- Melahirkan bayi yang kurang berat badan
- Melahirkan bayi yang tidak cukup bulan
- Lebih terdedah kepada kanser
- Mengurangkan kesuburan dan putus haid awal
Bahaya Asap Rokok Terhadap Anak :
- Lebih mudah lelah
- Mendapat jangkitan paru-paru
- Pertumbuhan paru-paru kanak-kanak terganggu
- Mudah menjadi perokok apabila dewasa kelak
Kegunaan Jika Berhenti Merokok
- Hidup lebih lama
- Dapat menghindari racun
- Dapat melindungi diri, keluarga dan orang lain daripada bahaya merokok
- Menjadi teladan yang baik kepada anak-anak
- Dapat meningkatkan kecergasan serta memiliki tubuh yang sihat
- Meningkatkan deria rasa dan bau
- Gigi lebih putih dan nafas lebih segar
- Dapat mengelakkan budaya membazir dengan menggunakan wang untuk membeli rokok kepada tujuan yang lebih baik dan bermanfaat.
Gunakan Kaedah Yang Betul Untuk Berhenti Merokok
- Tetapkan tarikh untuk berhenti merokok
- Yakinkan diri
- Buat nota peringatan
- Katakan pada diri anda, “Aku bukan perokok”
- Tumpukan pada hari ini
- Sentiasa berfikiran positif
- Dapatkan sokongan
- Lawan keinginan untuk merokok
- Gunakan Terapi atau rawatan yang sesuai
- Amalkan Petua 10 M untuk berhenti merokok
Sumber :
website http://nurirwan.wordpress.com/2010/07/01/this-is-it-racun-racun-pada-rokok/

Selasa, 01 Maret 2011

Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita


Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan kanker yang menyerang kaum wanita dan jumlah penderitanya meningkat beberapa tahun belakangan. Dari seluruh penderita kanker di Indonesia, sepertiganya adalah penderita kanker serviks. Kanker ini memang merupakan pembunuh wanita yang menakutkan. Memperoleh informasi tentang kanker ini dapat membantu lebih banyak wanita terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan ini.

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV
Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks
Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA
IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear
Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep
Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi
Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks
Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks
Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks
Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.