Selamat Datang Di Blog Pribadi Iskandar Daulima, S.H

My New Life

My New Life

Rabu, 15 Februari 2017

OBESITAS DAN SOLUSINYA




Selamat Pagi.
apakah kamu mencari program diet yang cocok untuk kamu? apakah kamu frustasi dengan berat badan yang tak kunjung turun malah naik? Semoga ini adalah solusinya.
Allhamdullilah saya sudah menjalaninya lebih dari 4 tahun dan memasuki tahun ke 5, dan semuanya BERHASIL...!!!


Hari ini saya akan membahas soal obesitas, yang akhir-akhir ini kian marak dialami oleh banyak orang, yang lebih mengejutkan lagi, obesitas ini sudah dialami oleh anak-anak, mulai dari usia 3 tahun hingga 12 tahun.
Faktor obesitas itu sendiri ternyata berimbas dari faktor genetik, kita tahu bersama tipe tubuh manusia itu secara umum terbagi dua, yaitu tipe Endomorph, dan Octomorph, dalam bahasa gampangnya adalah, Endomorph adalah orang yang rentan gemuk, dan Octomorph orang yang sulit gemuk meskipun dia banyak makan. Namun jangan salah, faktor genetik ini bisa juga berubah dengan kebiasaan hidup yang tidak terkontrol, yang dulunya dia golongan Endomorph bisa menjadi Octomorph, begitu pula sebaliknya.

Diet dan Bisnis.
Belakangan ini marak program diet yang ditawarkan, mulai dari yang gratis yang dilakukan secara mandiri, hingga yang berbayar yang memerlukan pelatih atau trainier atau motivator. Bahkan dengan iming-iming suplemet dll. Tapi taukah anda? Dibalik itu semua sejatinya tubuh manusia itu sudah diciptkana oleh Tuhan YME sudah dalam bentuk sempurna, tubuh dapat mengelola seperti apa bentuknya sesuai dengan pola hidup kita. Dengan memilih cara diet yang kedua berarti anda sudah membatu tumbuhnya bisnis tersebut.
Saya beri contoh : Si A melakukan diet dengan cara mandiri dengan metode pilihannya, sukses menurunkan berat badan tanpa mengeluarkan uang untuk membayar trainer serta membeli suplement.
Sedangkan si B melakukan diet dengan cara berbayar dan juga mendapatkan hasil, tapi dengan harus mengeluarkan uang, jadi pilihan ada ditangan anda.

ILUSTRASI
Saya dulu BB mencapai 105Kg, bahkan ukuran celana kala itu adalah 37 atau 38 (enakkan 38 karena lebih bisa bernafas) dan untuk itu saya tidak pernah membeli jeans atau celana dari toko, selalu menjahit sendiri (celana kain) dan untuk kemeja, saya memakai ukuran XXL, bisa dibayangkan seperti apa bentuk saya itu. (bisa lihat foto)
Pada awal Juni 2012 saya bertekad untuk diet, dengan membaca beberapa artikel, dan kebetulan saya menemukan tentang program diet pengurangan kalori, jadi perhitungannya seperti ini :
Hal yang pertama kita lakukan adalah menghitung BBI, apa itu BBI ? (Berat Badan Ideal)
Dengan rumus : BBI =90% (TB-100)
TB adalah Tinggi Badan, jadi harus mengetahui berapa tinggi badan kita, agar bisa menentukan BBI, dengan tinggi saya 172Cm maka perhitungan seperti ini :
BBI = 90% (172-100)
        = 90% (72)
         = 72-7,2
          = 64,8 Kg
Setelah megetahui BBI saya langsung melakukan program diet, berarti saya punya PR untuk diselesaikan yaitu 105Kg ke 64,8 Kg = 40,2 Kg WOW
Tapi saat itu saya tidak muluk-muluk harus turun sebanyak itu, target saya saat itu ke 85Kg dulu, setelah cukup ke 85Kg saya bertekad ke 75Kg, dan terakhir saya cukupkan di 70Kg, disini titik masalahnya, banyak yang protes, kantanya saya kekurusan, terlihat aneh, dll, dan hingga saat ini saya putuskan BB saya di 72-74 (kalo sudah mendekati 75, saya diet lagi)
Yang perlu diketahui saat menjalankan program diet kalori ini adalah jumlah kalori yang masuk dan keluar. 1Kg = 7700Kalori, berarti jika BB kita naik 1Kg kita kelebihan 7700Kalori.

Kalori bukan musuh kita, kalori adalah tenaga kita, masih ingat pelajaran Fisika tentang hukum kekekalan Energi ? “bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah—ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain” dalam hal ini energi= kalori, dia tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun dia dapat berubah ke bentuk lain,bentuk lain itu apa? Gerakan, makin banyak kita melakukan gerakan fisik, makin banyak energi yang terbuang/ terbakar.

Tubuh kita ibarat HP yang butuh di cas (makanan & minuman) dan dengan sendirinya semakin HP itu kita pergunakan (bergerak &aktivitas) maka baterai dari HP akan berkurang.

KKB. 
APA ITU KKB ?

 KKB adalah singkatan dari Kebutuhan Kalori Basal. Ini yang menentukan seseorang dapat gemuk atau kurus. Setiap manusia KKB nya berbeda, laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jika ingin melakukan program diet kalori, tahu tentang KKB adalah langkah kedua menuju keberhasilan diet, setelah yang pertama mengetahui BBI (berat badan ideal)
KKB merupakan jumlah kalori dasar yang dibutuhkan manusia untuk hidup tanpa melakukan aktivitas apapun. Dr.A.R. Inge Permadhi, MS, Sp.GK mengungkapkan bahwa ada perbedaan kebutuhan kalori basal antara pria dan wanita, perbedaan ini disebabkan bentuk postur tubuh antara keduanya.
Kunci keberhasilan diet yang kedua ini adalah menghitung KKB dengan rumus,
KKB Wanita 25kkal (kalori)  x BBI
KKB Pria 30kkal x BBI
Ini menjadi POIN. Berapa kalori yang harus kita masukan perhari agar kita bisa turun atau naik ? 

Singkatnya :
Jika ingin kurus, jumlah kalori masuk perhari harus dibawah KKB, dan jika ingin gemuk jumlah kalori, semua tergantung KALORI, jadi tidak perlu suplement, atau minuman dengan iming-iming bisa melangsingkan, toh saat kita menjalani diet dengan menggunakan trainer dia pasti ngomong “kurangi makan berlemak, perbanyak air putih, banyak makan buah” dan jangan lupa minum bla-bla-bla.. mengapa harus bayar kalo bisa gratis.??

Ok lanjut dengan ilustrasi tadi.
Setelah meghitung BBI dan KKB maka saatnya saya menjalani diet kalori.
BBI atau berat badan yang ingin dicapai = 85Kg (karena pada saat itu saya fokus ke 85Kg)
KKB = 30kkal (pria) karena saya pria :p X (kali) BBI atau Berat badan yang ingin di capai.
Kunci diet kalori ketiga adalah KKT, atau Kebutuhan Kalori Total, bagaimana cara perhitungannya?

KKT
APA ITU KKT? 
KKT merupakan jumlah kebutuhan kalori tubuh, ditambah dengan kalori saat melakukan aktivitas fisik, ada tiga jenis aktivitas fisik yakni, ringan, sedang dan berat.
Aktivitas riangan antara lain : membaca, menyetir mobil, kerja kantoran (10%) mengajar, berjalan (20%)
Aktivitas sedang antara lain : kerja rumah tangga (20%) jalan cepat (30%) berseeda (30%)
Aktivitas berat antara lain : aerobik (40%) mendaki gunung (40%) joging (40%) dan faktor usia juga menjadi koreksi usia 40-59 thn (-5%) 60-69 thn (-10%) dan 70 thn (-20%).
Sehingga jika dihitung total KKT saya yang ingin menurunkan BB 20kg ke 85Kg menjadi seperti ini perhitungannya :

KKT= KKB+Aktivitas Fisik – Faktor Koreksi
KKT = 30kkal x 85Kg = 2550kkal+ 10% (karena saya  kerja kantoran) (2550 x 10%) = 255
KKT= 2550kkal + 255kkal = 2805kkal / hari agar saya bisa turun 20Kg
2805kkal / hari wow, banyak sekali. 2805kkal setara dengan nasi 4 porsi, lauk cemilan., karena saya ingin cepat saya membatasi kalori harian saya berkisar 600kkal sd 700kkal, so? Bagaimana hasilnya?
Menakjubkan, hanya dalam 70 hari (2 bulan 10 hari) BB saya 105Kg, turun ke 85Kg, mengapa bisa? Ini masih tanpa olahraga lho. Karena saya fokus olahraga ketika BB saya menyentuh angka 70Kg, untuk memulihkan otot-otot yang kendur setelah BB turun, maka tak jarang kebanyakan orang habis diet dan turun banyak pasti kelihatn seperti orang habis sakit.

Kembali ke pembahsan diatas, dalam teori 1 Kg = 7700kkal right?? Dan saya bisa turun 20Kg dalam 70 hari, 20Kg jika dikonversi ke kkal = 20Kgx7700kkal = 154000kkal.
Saya bisa berhemat kalori, yang seharusnya KKL 85kg membutuhkan 2805kkal dan saya buat menjadi 600kkal sehingga selisih menjadi 2805kkal – 600kkal = 2205kkal x 70 = 154350kkal atau 20,04Kg. Sehingga berat saya dari 105 dalam 70 hari bisa menjadi 85Kg.

Pasti semua bertanya, sehari hanya konsumsi 600kkal ? wow bisa dapat apa aja tuh? Secara ilmu kesehatan mengurangi ½ KKT berdampak pada kesehatan, dan tidak direkomendasikan, namun hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk tetap ber diet, saya mau hasil yang cepat, karena sudah jenuh dengan bentuk tubuh yang seperti ini.

Ok, kembali kepada 600kkal bisa dapat makan apa ?
Menu saya saat saya diet kalori, ya namanya kalori pasti menghindari yang namanya kalori pada makanan, saat itu saya googling dan setiap yang saya makan saya selalu hitung di kalkulator kalori, kala itu saya makan sup kentang dan bubur, dalam hitungan kalori tidak sampai angka 700kkal.
Hingga pada saat BB saya menyentuh angka 85, saya kembali fokus untuk ke 75Kg, berarti masih ada PR 10Kg atau 7700kkal x 10Kg =77000kkal, kali ini saya sudah mengkombinasikan olahraga, berupa bersepeda, lari yang tergolong dalam aktivitas berat (40%)
Sehingga jika dihitung total KKT sbb :
KKT = KKB + Aktivitas Fisik + Koreksi Umur
KKT = 30kkal x 75Kg = 2250 + (40%) 2250 x 40% =900 + Koreksi Umur = 0
KKT = 2250 + 900 + 0
KKT = 3150kkal

Saat menjalani program yang saya namakan 85-75, kalori harian saya saya naikan menjadi 1000kkal / hari, sehingga KKT – KKH (konsumsi kalori harian) = BB Turun.
3150-1000 = 2150 x 40 = 86.000kkal atau 11,1Kg
Diluar dugaan dari 85Kg saya berhasil turun sebanyak 11,1Kg dalam waktu 40hari melebihi ekpetasi saya yang hanya menargetkan 75Kg.
Dan terakhir saya fokus sampai ke 68Kg dalam waktu 1 bulan. Ssetelah mengenal OCD (baca : OCD) dengan jendela makan 4 jam dan tetap konsisten dengan asupan kalori per hari maka saya sukses dengan program ini. Hingga dengan saat ini saya masih konsisten dengan metode ini yang dipadukan dengan OCD membuat hasil lebih maksimal. Namun seberapa pun niat kita untuk melakukan diet, dengan cara apapun, semahal apapun, jika kita tidak konsisten dan disiplin, maka semua itu sia-sia.

Terakhir yang menjadi kunci keberhasilan diet saya dapat saya katakan ada 5 Kunci Keberhasilan
1.      Kamu harus mengetahui berapa BBI (Berat Badan Ideal)kamu.
2.      Kamu harus mengetahui berapa jumlah KKB mu
3.      Kemuian kamu harus tau pula berapa jumlah KKT mu.
4.      Disiplin
5.      Konsisten dengan pencapaian.

Yah bahagia pasti ada, saat mengetahui semua usaha yang dilakukan tidak sia-sia, dan berhasil mendapatkan bentuk tubuh yang baru, tak jarang sudah banyak yang tidak mengenal saya dengan postur yang baru, hehehe, sisi buruknya saya terpaksa harus mengganti seluruh pakaian saya, dari ukuran  celana 38 menjadi 30 dan kemeja dari XXL menjadi M, hahahaha
Sekian cerita saya, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua. 
Semua bisa langsing...!!!

 
Tahun 2012 Februari BB 105 Kg

Foto diatas terakhir saya dapat sebelum akhirnya saya memutuskan untuk berdiet
dan saya memutuskan berdiet pada awal mei 2012

Pas Foto Saat Gendut :p

foto sebelum diet

bisa dibayangkan betapa besarnya saya saat itu.

foto bersama teman-tema sudah bisa ditebak, mana saya disitu kan? hahaha


 foto saat training RO BTPN di gumati, saat itu belum terfikirkan untuk berdiet.

ukuran celana costum 38, kemeja XXL

OK ENOUGH SAATNYA PROGRES DIET

 

Foto pada saat progres penurunan dari 105 ke 85, saat foto ini diambil, posisi BB 90Kg
foto pada tanggal 28 mei 2012 hari ke 28 dimulai dari proses diet.


Timbangan sudah menyentuh angka 90, kala itu bahagia. karena sudah ada progres


Foto Bulan Juli 2012 Posisi BB 85

Foto Tahun 2012 Bulan Agustus 2012 Posisi BB 82 Kg

Foto Bulan September 2012, Posisi BB 80Kg 

Foro Bulan Oktober, Posisi BB 77Kg

Foto Bulan November Posisi BB 75Kg

Bulan Januari 2013 Posisi BB 70Kg
nah disni mulai dilema, ada yang bilang terlalu kurus, ngak inilah, itulah.
dan terakhir saya menyuahi proses penurunan BB pada angka 68,4Kg


foto sudah pada saat saya fokus pada latihan fisik posisi BB 70Kg
saya susah mendapatkan file asli dikarenakan foto ini diambil menggunakan camera blacberry

Foto saat fokus menghilangkan lemak di perut.

foto ini saya pernah jadikan pembanding before and after



Foto saat menikah 28-12-2013 Posisi BB 70Kg

Foto Sekarang 2016 Bulan November Posisi BB 72Kg



Foto Sekarang saat tulisan ini dibuat. posisi BB 72Kg Stabil



S E K I A N




NB : Bagi yang tertarik dengan program diet ini atau ingin sekedar tanya, saya bisa melayani lewat email, dan semuanya GRATIS...!!!
EMAIL : iskandardaulima@gmail.com



























































































Rabu, 27 April 2016

Selamat Ulang Tahun Papa

Kemarin tepat tanggal 24 April 2016 papa genap berusia 60 tahun. Semoga sisa umur yang diberikan Allah SWT senantiasa menjadi berkah untuk mu.

Terima kasih telah membesarkan kami anak-anak mu, kini kami sudah bisa mandiri, semua ini berkat kerja keras mu.

Minggu, 24 April 2016

Inilah Tanda-Tanda Kematian Dalam Islam



" dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)...." (al-An'aam: 59)

Semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang terjadi dengan kebetulan, semua sudah ada dalam kehendak Allah SWT, setidaknya itu yang saya imani sampai dengan saat ini.


Ketika akan turun hujan, biasanya langit akan memberitahukan kepada kita (manusia) melalui beberapa tanda, tanda yang dimaksudkan seperti, mendung, berangin, atau jika hujan deras yang akan segera turun maka tanda yang diberikan pasti disertai dengan kilat dan guntur yang menggelegar.


Hal yang sama juga terjadi pada manusia. Hal yang mustahil akan kematian suatu hamba dimuka bumi ini tanpa meninggalkan tanda-tanda. Atau bahasa kasarnya, alam saja bisa memberikan tanda apalagi kita mahluk Allah yang teramat sempurna dalam penciptaanya.


Sebagian kalangan percaya akan tanda-tanda yang akan diberikan kepada seseorang yang akan mengalami kematian, dan sebagian lain ada yang menggangap itu "kebetulan" namun sebagai orang yang diberikan pemikiran dan rasional oleh Allah SWT, saya sangat meyakini akan adanya tanda-tanda tersebut. Bahkan suatu musibah "bala" bagi mereka yang akan meninggal, dan tidak mengetahui tanda-tanda bahwa Ia akan segera meninggal.



kullu nafsin dzaiqatul maut...

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
(QS. Al Ankabut : 57)


Allah SWT memberikan sebagian kelebihan kepada manusia untuk dapat berfikir dengan rasionalitasnya, bahwa yang terjadi di bumi ini, bahkan hal yang terkecil saja, pasti atas kehendak dari-NYA. Maka sudah menjadi tugas manusia untuk mencari tahu akan hal itu.


Berikut akan saya sajikan, beberapa tanda yang aka dialami oleh seseorang sebelum Sakaratul Maut  menjemputnya. Tulisan ini berdasarkan dari beberapa sumber, buku dan didengar langsung dari Ustad yang pernah saya dengarkan tausiahnya.




Dalam beberapa literatur tanda-tanda dari Al Maut adalah mulai dari 100 hari, 40, 7, 3 dan yang terakhir 1 hari.

100 Hari Sebelum Kematian
Tanda-tanda kematian ini muncul lazimnya setelah masuk waktu Asar, yaitu seluruh tubuh akan terasa menggigil dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Tanda-tanda kematian ini akan terasa nikmat dirasakan, dan bagi orang yang tingkat keimanannya tinggi, langsung dapat menerima bahwa ini isyarat dari Allah tentang ajal sudah dekat. Tapi bagi yang tingkat keimanannya rendah, terkadang mereka bingung, dan bahkan ada yang tak sadar bahwa ini isyarat kematian dari Allah swt.
Untuk itu, marilah kita tingkatkan amal dan ibadah kita agar kita dapat menyadari tanda-tanda tersebut jika ajal kita sudah dekat.

40 Hari Sebelum Kematian
Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah swt. Telah gugur.
Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan, diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat. Sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.
Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.

7 Hari Sebelum Kematian
Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan. Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat
.
Versi lain yang pernah saya dengakan tausiah dari beberapa ustad dikatakan, bahwa pada fase ini orang yang akan meninggal akan selalu menyembunyikan muka "wajah" selalu memalingkan ke arah lain jika sedang berpapasan atau bertemu dengan orang lain.
Bahkan, pada orang sakit, tanda ini akan mudah kita kenali dengan cepat, yang semula si sakit biasa tidur menghadap ke arah pintu kamar, tiba-tiba ia akan lebih suka memalingkan wajahnya ke tembok, atau ke arah berlawanan yang tidak dapat orang lain meleihat wajahnya secara langsung.

3 Hari Sebelum Kematian
Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu. Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain untuk memandikan jasad kita.
Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam. Ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita. Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam. Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi. Dalam versi lain pada hari ketiga ini dikatakan, bahwa jika seseorang akan meninggal pada hari ketiga sebelumnya, maka saat dia bercermin, maka pantulan bayangan dirinya dicermin tidak akan terlihat, ada juga yang mengatakan akan terlihat tetapi samar-samar "buram" padahal kondisi mata kita saat itu sangat prima

Dalam hal makan, pada fase ini dikatakan bahwa tiba-tiba orang yang mengalami fase ini kehilangan daya rasanya terhadap semua jenis makanan, dia akan cenderung merasa hambar apa saja makanan yang dimakannya. Untuk orang yang beriman dan mengetahui dia sudah berada pada fase ini, tentu dia akan bersiap-siap dengan semua yang akan dihadapi. Namun bagimana bagi orang yang tidak mengetahuinya??

1 Hari Sebelum Kematian
Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan dibagian ubun ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu asar di keesokan harinya.

Tanda Terakhir
Kita akan merasakan sejuk dibagian pusar, kemudian menjalar ke pinggang hingga menyentuh tenggorokan.
Pada masa ini hendaknya kita sering beristigfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat. Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah. Pikiran harus tetap tenang dan dipusatkan pada Sang Pencipta.

Setidaknya ini adalah Ilmu "Pegangan" kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut diharapkan kita dapat segera perbanyak bertobat dan perbanyak amalan, sebab jika kita tidak mengetahui kita telah berada di fase mana, sangatlah merugi kita jika meninggal tanpa ada persiapan.

Aksi Radikalitas Massa Terhadap Penasihat Hukum

Disuatu negara hukum (rechtstaat) seperti Indonesia ini seharusnya dan idealnya, perilaku warga atau anggota masyarakat adalah sejalan dengan peraturan dan perundang-undangan. Seseorang atau kelompok sosial wajib membangun dan mengapresiasikan perilakunya sesuai dengan perintah yang dirumuskan oleh hukum. Tanpa diperintahkan oleh hukum untuk melakukan sesuatu perbuatan, maka suatu perbuatan yang berlawanan dengannya tidak boleh terjadi.
Persoalannya, mengapa masih ada saja seseorang dan kelompok-kelompok sosial yang nekat melakukan suatu perbuatan yang berseberangan dengan hukum, tidakkah merasa takut dengan sanksi hukum yang akan menjeratnya dan mempertanggungjawabkannya?

Hukum berfungsi sebagai perlindungan kepentingan manusia. Agar kepentingan manusia terlindungi, hukum harus dilaksanakan. Pelaksanaan hukum dapat berlangsung secara tentram, damai, tetapi dapat terjadi juga pelanggaran terhadap hukum. Dalam hal ini hukum yang telah dilanggar itu harus ditegakkan. Melalui penegakan hukum inilah hukum menjadi kenyataan. Dalam penegakan hukum, ada tiga unsur yang selalu diperhatikan, yaitu kepastian hukum (Rechtssicherheit), kemanfaatan (Zweckmassigkeit) dan keadilan (Gerechtigkeit) (Sudikno Mertokusumo, 1991)

Pendapat Sudikno itu relevan dengan yang disampaikan oleh Sodiki, "senafas dengan ciri negara Indonesia yang hendak diwujudkan tersebut (alinea ke-2 pada pembukaan Undang-undang Dasar 1945 mengenai negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur), maka tidak bisa lain, bahwa cita-cita hukum (rechstsides) yang hendak direalisasikan ialah hukum yang memancarkan kemerdekaan, persatuan, kedaulatan, keadilan dan kemakmuran" (13, Januari 1996)

Fungsi hukum tersebut menunjuk pada suatu idealita tentang terproteksinya kepentingan masusia. Idealita ini akan terwujud ditangan penyelenggara profesi hukum, pelaksanaan hukum ini menjadi "manusia agung" yang mendapatkan tugas untuk mengartikulasikan hak-hak dasar manusia.

Salah seorang penyelenggara profesi hukum yang diberi mandat dan amanat untuk mewujudkan kepastian hukum, mampu menunjukan dimensi kemaknfaatan hukum dan orientasi keadilannya adalah penasihat hukum. Manajemen hukum akan berjalan sesuai dengan kaedah-kadah menerjal yuridis bilamana penasihat hukum turut memainkan peran secara aktif, profesional dan bermoral tinggi.

Dalam pelaksanaan hukum yang menurut terwujudnya idealita kepastian, kemanfaatan dan keadilan hukum itu, sebab penasihat hukum akan dihadapkan dengan beragam tantangan yang bisa jadi diantara tantangan itu ada yang menempatkannya sebagai sasaran protes radikalitas, baik secara idividual maupun masal.

Febomena yang menarik adalah radikalitas massa, yakni yang melibatkan sekelompok manusia yang melakukan unjuk kekerasan terhadap praktik penasihat hukum, yang secara langsung tak terkait dengan kasus yang ditangani oleh penasihat hukum maupun korban dari suatu tindakan kejahatan.

Sebagai misal, masyarakat mengamuk (menganiaya) penasihat hukum yang sedang menangani suatu kasus tindnak kejahatan yang berkualifikasi pemberatan. Masyarakat ini merupakan korban langsung dari tindak kejahatan itu, tetapi berada dalam kominitas terjadinya tindak kejahatan. Kausu aksi kekerasan massa (mulai dari penyanderaan sampai pemukulan) terhadap penasihat hukum ini pernah menimpa penasehat hukum yang sedang menangani "kasus acan", yakni kasus pencurian yang diikuti dengan perkosaan.

Dari kasus kekerasan massa terhadap penasihat hukum itu dapat dilacak berbagai faktor di seputar eksistensi penyelenggara profesi hukum sebagai berikut :

1. Opini Publik yang dibangaun oleh media massa, baik media cetak maupun media elektronik yang mengungkap kualitas modus operandi suatu tindak kejahatan, seperti modus pemerkosaan terhadap anak yang dilakukan oelh perampok di depan mata kedua orang tuanya secara psikologis akan mampu membangun emosi massa secara eksplosif (meledak-ledak) 

Dengan  berita kasus yang dibaca da dilihat oleh massa secara langsung, lebih-lebih yang menyuratkan praktik sadistis, akan mendorong masyrakat intuk segera melakukan responsi dan reaksi. Dengan kondisi ini, tersangka atau terdakwa yang berhasil ditangkap oleh pihak berwajib dapat saja langsung divonis oleh massa sebagai orang yang bersalah atau menjadi pelaku atas kasus itu, setidak-tidaknya mengetahui kronologisnya.

Kasus sadistis ini dapat menjadi pendorong munculnya emosi massa yang terefleksi secara sadistis, manakala opini publik pun makin tidak menghargai atas "praduga tak bersalah" (presumtion of innocence)
 
Kata Mulyana W. Kusumah, "Media massa, cetak maupun elektronik terus menyiarkan proses penyidikan kasus serta ungkapan-ungkapan perasaan masyarakat  atas peristiwa pidana keji tersebut ( kasus Acan) selama berminggu-minggu, dan opini seakan-akan dimobilisasi secara eskalatif menuju suara tunggal  massa : hukum berat atau hukum mati para penjahat ini" (Republika, 19 September 1995)
 
2. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap berfungsinya hukum yang belum mencapai tingkat optimal. Artinya, masyarakat belum paham betul bahwa penanganan suatu perkara hukum itu menuntut sikap kehati-hatian dari penegak hukum, disamping melalui tahap demi tahap sebagaimana yang diatur dalam peraturan atau perundang-undangan.
 
Proses penyelesaian perkara yang demikian itu merupakan ujian tersendiri bagi masyarakat pencari keadilan atau komunitas sosial yang ingin tahu akhir dari proses itu. Bagi masyarakat demikian, kalau tidak sabar dan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem yuridis, maka terbuka peluang berbuat mengikuti emosinya. Apalagi jika dalam proses menunggu dan mengikuti perjalanan kasus itu, ada pihak-pihak  yang sengaja meluncurkan isu negatif yang bermodus merusak sistem kerja penyelenggara profesi hukum.

Pemahaman yang masih minim itu misalnya dalam mengartikan dan memposisikan penasihat hukum sebagai "pembela" orang-orang yang bersalah. Orang yang diduga sebagai pelaku kejahatan dinilainya memiliki posisi istimewa dan kuat karena mendapatkan "pembela" yang dimungkinkan akan dapat meringkankan hukuman yang akan menimpanya dan bahkan dapat membebaskannya dari jeratan hukum.
 
Dengan tindak kekerasan massa, masyarakat ini berharap bahwa penasihat hukum itu tak akan membela orang atau kelompok tertentu yang dinilainya pantas mendapatkan hukuman berat, kendati pengadilan belum menjatuhkan putusan atasnya.
 
3. Korelasi antara tindak kriminalitas dan kekerasan yang makin meningkat dari hari-kehari dengan dimensi urgensi penyelenggara profesi hukum (penasihat hukum) yang dinilai sudah mencapai anti klimak. Tindak kriminalitas yang berkembang marak ini dinilai terkait dengan belum berfungsinya penyelenggara profesi hukum secara optimal, bijak dan sesuai dengan kode etik profesinya. Ada oknum-oknum penyelenggara profesi hukum yang mentolerir munculnya faktor-faktor krimonogen , sehingga merangsang oknum-oknum sosial untuk memanfaatkannya lebih leluasa.

Berpijak pada kondisi tersebut, akhirnya masyarakat yang secara langsung merasakan penderitaan secara fisik, material maupun psikologis "lahan" tindak kejahatan mencoba untuk "membhasakan" perasan tidak puasnya dalam bentuk tindak kekerasan pada penasihat hukum.

4. Sikap dan cara kerja penasihat hukum yang belum menunjukan profesionalitasnya. Penampilan, gaya bertutur, intelektualitas, dan lebih-lebih interaksi sosialnya belum menampakan jati dirinya sebagai mitra kerja praktisi hukum lainnya dalam menemukan kebenaran material. Aksi kepengacaraan atau kepenasihatan yang ditunjuk oleh penasihat hukum yang terfokus pada "pemihakan mutlak" kepada tersangka / tedakwa dengan tujuan mendapatkan imbalan sejumlah uang semata dapat mengundang responsi dan aksi-aksi nyata masyarakat yang menjadi korban kejahatan atau masyarakat yang sudah merasa "muak" dengan aksi-aksi kejahatan yang sepertinya (menurut estimasinya) sulit terbendung.

5. Belum menyatunya kerjasama secara konstruktif antara tugas aparat yang wajib dengan penasihat hukum. Kinerja penasihat hukum masih sering dianggap kurang menguntungkan terhadap tugas -tugas penyidikan dari penyidik. Sikap penyidik demikian dapat berakibat kurang baik terhadap posisi penasihat hukum dalam hubungnnya dengan masyarakat (korban tindak kejahatan)

Kelima hal ini menjadi "pekerjaan rumah" bagi penasihat hukum untuk meningkatkan sosialitas fungsionalnya di tengah-tengah masyarakat. Apalagi kecenderungan maraknya tindak kejahatan dengan kekerasan dari hari ke hari makin beragam yang diikuti tindak perlawanan sosial terhadap tindak kejahatan itu. Kalau sampai masyarakat makin kuat asumsinya, bahwa penasihat hukum  itu aka menjadi "kekuatan pendukung" dan pelindung (pencari jalan keluar) bagi pelaku tindak kejahatan, maka perlawanan-perlawanan sosial bercorak kekerasan akan sulit dihindari lagi di tengah masyarakat.

Sumber : Etika Profesi Hukum dan Nuansa Tantangan Profesi Hukum Di Indonesia, Tarsito, Bandung, 1997,183-188